lo sedang berjalan si sebuah trotoar depan gedung bertingkat 12 yang saling berdempetan. bangunan di sepanjang blok itu relatif sama, apartemen dengan gaya arsitektur modern dan minimalis. walaupun bangunannya tampak tidak menarik, tapi jalanan paving block dengan tumbuhan setinggi 4-5 meter di setiap langkah lo yang ke-20, membuat blok itu tampak asri dan rindang. tidak terlalu banyak lalu lintas di jalan, paling hanya terdapat satu-dua buah mobil yang tidak lebih besar dari SUV, beberapa sepeda motor listrik, dan yang lalu lalang daritadi hanya sepeda. yang warna merah satu itu – kecepatannya cukup tinggi – dikendarai anak muda berjaket tipis dan menyandang tas ransel, keranjang depan sepedanya penuh dengan tumpukan buku. dan, oh, mulutnya tampak masih menggigit roti ya. sepertinya dia sedang agak terlambat.
tiba-tiba di ujung jalan lo melihat seseorang yang, tanpa mengerti bahasa apa yang paling pas untuk mengungkapkan hal tersebut, langsung menarik perhatian lo. dia tidak melakukan sesuatu yang tidak biasa. demi tuhan, dia hanya berjalan. tapi entah kenapa lo tidak bisa melepaskan pandangan dari dia. sampai pada akhirnya lo berdua berada dalam satu garis yang sama, dan pemuda itu melewati lo, barulah lo sadar.
lo melihat di kaca gedung apartemen yang menghadap ke jalan, bahwa kalian berdua sama.
iya, sama. persis.
bisa dikatakan ternyata dia adalah lo sendiri!
rasa kaget lo membuat badan lo gemetar sekaligus kaget, dan, perasaan apa itu namanya? takut, langsung menjalar melewati serangkaian pipa-pipa syaraf di belakang leher. kalau sebelumnya pandangan lo tidak bisa lepas, sekarang seolah-olah semua indera lo terikat kuat ke sosok itu.
sosok yang berjalan itu dengan tanpa reaksi meninggalkan lo. hei, dia tidak menyadari ya dia bertemu dengan kembarannya? bukan kembaran sih, sudah seperti dopplegangernya malah. kita benar-benar sama gitu!
…
Recent Comments