film ini menceritakan tentang bagaimana masifnya china sebagai penyelenggara olimpiade mempersiapkan seluruh warganya untuk bisa menyambut datangnya orang-orang dan wisatawan asing yang bakalan datang kesana, dengan cara, belajar bahasa inggris dengan metode seperti di jaman dinasti han: berkumpul secara massal di lapangan terbuka sambil teriak-teriak!
jadi ada satu orang yang ditugaskan buat ngajarin anak-anak dan para pemuda itu, dengan metode: membawa bahan bacaan yang sama, duduk berbaris rapi (dan jumlah orangnya banyak sekali). lalu orang tersebut menyebutkan pelafalan-pelafalan bahasa inggris kemudian diikuti dengan nyaring oleh semua orang. sesekali dia memberi semangat kepada anak-anak tersebut
“ayo, kita bangsa cina pasti bisa menguasai bahasa inggris!”
“aku belajar bahasa inggris bukan karena tunduk pada mereka, tapi karena aku kasihan mereka tidak mengerti bahasa mandarin!”
dalam film ini ada beberapa tokoh utama yang disorot. salah satunya adalah seorang kakek yang sudah berumur 74 tahun, namun dia memiliki keinginan yang besar supaya dapat menjadi sukarelawan panitia olimpiade
bahasa inggrisnya paling bagus. tapi dia mengakui bahwa karena umurnya sudah tua, jadi kemampuan memorinya sangatlah terbatas. kadang-kadang ketika paginya mempelajari sebuah kata-kata dalam bahasa inggris, siangnya dia sudah lupa lagi. jadinya dia harus sering-sering mengulang.
“aku harus menguasai bahasa inggris, karena ini satu-satunya kesempatan untuk bisa menjadi sukarelawan olimpiade. kesempatan hanya datang sekali seumur hidup, dan mungkin saja hanya generasiku ini yang bisa mengalaminya, karena itu aku harus mendapatkan kesempatan tersebut”
“aku bangga melakukan ini, karena aku sendiri tidak menyangka orang tua seumuran aku masih bisa mendapat kesempatan untuk melakukan kontribusi terhadap komunitas dan lingkunganku”
dalam beberapa sesi juga disorot seorang sopir taksi yang berjuan keras bisa lolos tes bahasa inggris, supaya dia bisa narik sebagai sopir official olimpiade
setiap hari dia selalu menyetel kaset latihan percakapan dalam bahasa inggris di mobilnya, dan tidak henti-hentinya berlatih. sampai satu saat dia mengangkut wisatawan yang ingin menuju silk market, dan kebetulan wisatawan tersebut ingin bertanya
“what could i buy in silk market?”
dan dia tidak mengerti maksud dari “could buy” dan dia hanya terbata-bata menjawab “yes, near..near..”
dan itu berlangsung berulang kali
untung saja kemudian setelah turun dia berhasil mengucapkan salam perpisahan dengan cukup baik. namun sesudah itu didalam taksinya dia mengatakan bahwa dia sama sekali tidak puas dan sangat kecewa dengan kemampuan berbahasa inggris yang dimilikinya dan kemudian berjanji untuk berlatih lebih keras.
walaupun seringkali kita bakal tertawa melihat tingkah laku orang cina yang lucu dan tampak polos. tapi disebagian besar filmnya kita bakal disuguhi tayangan yang akan membuat hati jadi hangat, dan tiba-tiba tanpa sadar lo bakal menangkap diri lo sedang tersenyum
sangat menyentuh lo. semua orang menghadapi permasalahannya masing-masing, tapi sama-sama punya keinginan keras buat mencapainya. melihat semua tokoh yang ada dalam film tersebut, semuanya punya satu tujuan yang sama: kebanggaan!
bangsa cina memang luar biasa!
0 Responses to “mad about english”